BULUNGAN, Dalam rangka memperingati tanggal kelahiran R.A Kartini, 21 April. selaku Sekda Kab-Bul Drs.Syafril,” mengajak dan
mengharapkan kepada ,kaum wanita ASN dan CPNS serta Honor di dilingkungan Skretariat
Daerah Kabupaten Bulungan untuk menggunakan kebaya”.
Hal ini di katakan Drs.Syafril, pada apel rutin yang
dilakukan di Kantor Bupati Bulungan Kalimantan utara, yang di hadiri ASN Dan
CPNS dilingkungan Skretariat Daerah. Kamis,20/04/2017.
Ajakan dan harapan Sekda
Kab-Bul Drs.Syafril, disambut baik oleh kaum wanita ASN
dan CPNS serta Honor di dilingkungan Skretariat Daerah Kabupaten Bulungan.
Peringatan
tanggal kelahiran Kartini, 21 April, selalu identik dengan kebaya. Perayaan
Peringatan Hari Kartini tersebut biasanya diselenggarakan di sekolah-sekolah
dengan mengusung tema kebaya atau pakaian tradisional Indonesia. Hal ini
sebagai wujud pelestarian budaya dan juga memperingati Pahlawan Nasional.
Mengapa Peringatan Hari Kartini Identik dengan Kebaya? Jawaban singkatnya
adalah: “Karena Kartini memakai Kebaya”. Dari semua dokumen-dokumen sejarah
berupa foto, gambar atau lukisan R.A Kartini, semuanya menggunakan kebaya
tradisional yang rapi, dengan jarik dan sanggul tradisional. Sehingga, sosok RA
Kartini selalu identik dengan kebaya.
Apa yang
dikenakan oleh Kartini pada masa lalu dimaknai pada saat ini sebagai bagian
dari sebuah perjuangan itu sendiri. Memang fashion wanita pada masa lalu belum
bisa menjadikan dirinya sebagai simbol persamaan derajat bahkan simbol
perlawanan terhadap kekuasaan feodal maupun kekuasaan penjajah Belanda. Tanpa
bermaksud merendahkan peran fashion wanita, fashion yang dikenakan oleh pria
mengalami transformasi dari pakaian tradisional ke pakaian Eropa yang dianggap
mampu mensejajarkan diri bahkan sebagai wujud emansipasi yang lebih luas dari
perjuangan nasional.
Mengapa kebaya sebagai simbol keteraturan
budaya?. Pada saat itu, dunia fashion belum berkembang seperti saat ini. Masih
banyak aturan-aturan berpakaian yang dipatuhi oleh sebagaian besar masyarakat.
Kebaya adalah pakaian wanita, bukan pakaian pria. Kaum wanita juga tidak
seharusnya memakai pakaian pria. Sehingga bisa dikatakan bahwa kebaya adalah
simbol keteraturan budaya berpakaian pada saat itu.
Dibandingkan dengan jaman modern, mode
fashion pakaian berkembang bebas menerobos aturan-aturan tradisi. Wanita bisa
memakai pakaian pria, sebaliknya beberapa mode pakaian pria terkadang
terinspirasi dari mode pakaian wanita (walaupun tampak tidak lazim, namun dalam
perkembangan mode hal ini benar-benar terjadi). Dari penjelasan singkat diatas,
dapat ditarik kesimpulan bahwa kebaya adalah salah satu simbol keteraturan
budaya dan perilaku masyarakat di masa itu. Dimana aturan-aturan dan tradisi
masih menjadi hal yang penting untuk dipatuh
Kebaya adalah blus tradisional yang
dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan
dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket
dengan motif warna-warni.
Asal kata kebaya berasal dari kata arab abaya
yang berarti pakaian. Ada pendapat yang menyatakan kebaya berasal dari China.
Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Setelah akulturasi
yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma
setempat. Namun ada juga pendapat bahwa kebaya memang asli dari Indonesia.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar