TARAKAN - Gubernur Kalimantan
Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie melalui Asisten III Bidang Administrasi
Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara H Zainuddin HZ membuka Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Provinsi Kaltara Tahun 2019 di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, Senin (9/4).
Disebutkan Zainuddin, dalam
penyusunan RKPD 2019, yang menjadi perhatian adalah penyelarasan antara rencana
pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah. Dimana, RKP 2019
mengangkat tema pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas. Ada 5
prioritas nasional RKP 2019, sekaligus menjadi tahun terakhir pelaksanaan
Nawacita. “Untuk itu, tema RKPD Provinsi Kaltara tahun ini adalah memacu
pertumbuhan ekonomi Kaltara yang berdaya saing berbasis keunggulan sumber daya
manusia,” kata H Zainuddin.
Adapun prioritas pembangunan
Provinsi Kaltara tahun depan, yakni pertama, pengurangan jumlah masyarakat berpenghasilan
rendah (MBR) dan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan bagi peningkatan
kualitas sumber daya manusia. Lalu, pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi
wilayah untuk meningkatkan konektivitas daerah; meningkatkan pertumbuhan
ekonomi dalam kerangka ekonomi hijau dan mendorong industri kreatif serta
pengembangan sumber daya energi terbarukan, dan peningkatan pelayanan publik
yang transparan dan akuntabel meliputi layanan perizinan, kependudukan
administrasi pemerintahan dalam wilayah yang aman dan memiliki kepastian hukum
didukung oleh aparatur yang profesional. “Semua prioritas ini akan diakomodir
dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Tahun Anggaran 2019,” jelas
H Zainuddin.
Sementara itu, berdasarkan
indikator makro pembangunan nasional terhadap Provinsi Kaltara tahun 2019,
untuk indikator tingkat kemiskinan sebesar 5,10 persen atau lebih kecil dari
target nasional 8,5 hingga 9,5 persen. Lalu, untuk target capaian Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,43 persen atau lebih kecil dari target
nasional 71,98 persen; target capaian Gini Ratio sebesar 0,29 persen-lebih
kecil dari target nasional 0,38 hingga 0,39 persen (artinya bahwa kesenjangan
pendapatan di Kaltara sangat minim sekali). “Untuk target pertumbuhan ekonomi,
Kaltara pada 2019 mencapai 7,37 persen atau melampaui target pertumbuhan
ekonomi nasional 5,4 hingga 5,8 persen. Dan, untuk target capaian inflasi tahun
2019 sebesar 3,5 persen atau berada di kisaran target nasional (2,5 hingga 4,5
persen),” urai H Zainuddin.
Ada sejumlah tantangan yang harus
diatasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk memenuhi target dari
prioritas yang dicanangkan itu. Yakni, target capaian pertumbuhan ekonomi
Kaltara tahun depan, diatas target capaian pertumbuhan ekonomi nasional. Namun,
angka kemiskinan dibawah angka nasional. Tantangan lainnya, masih rendahnya IPM
yang mempengaruhi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing
daerah; penyediaan lapangan kerja untuk mengatasi angka pengangguran yang masih
cukup tinggi; pengendalian tingkat inflasi daerah, perlu berkoordinasi dengan
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID); pelestarian lingkungan dan sumber daya
alam dalam mendukung keberlanjutan pembangunan; dan restrukturisasi sektor
pertanian berbasis teknologi ramah lingkungan. “Dalam penyusunan RKPD ini juga
harus memperhatikan sejumlah hal. Di antaranya, program dan kegiatan harus
sesuai dengan kewenangan daerah. Lalu, memprioritaskan belanja daerah terhadap
urusan wajib pelayanan dasar sesuai dengan SPM (Standar Pelayanan Minimal)
pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, dan kawasan permukiman. Juga
SPM ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta sosial,”
tutupnya.(humas)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar