TARAKAN – Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menempatkan kepentingan warga kurang mampu
sebagai prioritas. Instansi terkait juga harus memastikan bahwa tak boleh ada
warga kurang mampu di Kaltara yang terlantar. Mulai balita hingga orangtua.
Untuk itu, dibutuhkan kerjasama dari seluruh masyarakat. Utamanya, dalam
pemenuhan kebutuhan kesehatan.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto
Lambrie mengatakan, komitmen tersebut dibuktikan dengan dibiayainya iuran
program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) mereka
oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara. “Program ini juga
merupakan upaya Pemprov Kaltara untuk mewujudkan UHC (Universal Health
Coverage) atau minimal 95 persen penduduk Kaltara terdaftar dan memiliki KIS
atau Kartu Kaltara Sehat,” ujar Gubernur saat menyerahkan Kartu Kaltara Sehat
kepada perwakilan masyarakat kurang mampu dari kalangan nelayan di wilayah
Kelurahan Karang Anyar Pantai, Sabtu (26/5) siang.
Tujuan program ini adalah untuk
menjamin pemeliharaan kesehatan seluruh masyarakat Kaltara. Utamanya, masyarakat
yang kurang mampu. “Ini dilakukan karena bukan saja merupakan tanggung jawab
pemerintah, tapi juga ingin membantu dan menolong masyarakat untuk membayar
iuran ke BPJS,” jelas Irianto.
Dari itu, Gubernur berharap kartu
ini dimanfaatkan secara maksimal untuk berobat, dan sekali lagi biayanya
gratis. “Terkait hal ini, saya berharap bantuan dari para ketua RT untuk
mengakomodir keluhan masyarakat kurang mampu di wilayahnya, dalam hal
kesehatan. Dapat pula langsung menghubungi Dirut RSUD Tarakan (dr HM Hasbi
Hasyim) agar segera dijemput untuk dilayani pengobatannya di RSUD Tarakan
hingga sembuh. Sekali lagi, biayanya ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov
Kaltara,” papar Gubernur.
Masyarakat juga dapat
memanfaatkan setiap bantuan kesehatan yang diberikan Pemprov Kaltara kepada
pemerintah kabupaten dan kota. Salah satunya, mobil ambulans untuk menjemput
warga yang membutuhkan pengobatan segera melalui jalur darat. Adapula ambulans
air atau speedboat ambulans yang digunakan untuk melayani pengobatan rujukan masyarakat
dari luar Tarakan untuk berobat di rumah sakit rujukan tingkat provinsi, RSUD
Tarakan.
Dalam kesempatan itu, Irianto
menegaskan pentingnya meminimalisir kasus anak kekurangan gizi di Kaltara mulai
tahun ini. Utamanya, di wilayah Tarakan. Karena, berdasarkan pantauan juga data
yang ada, masih saja ditemukan kasus anak kekurangan gizi di Tarakan. “Saya
imbau kepada seluruh ketua RT dan RW untuk aktif melaporkan kasus seperti itu
kepada Dinkes Tarakan atau RSUD Tarakan untuk segera ditindaklanjuti,” tutupnya.(humas)
Program Kartu Kaltara Sehat
(JKN-KIS) Pemprov-BPJS Kesehatan
Total Anggaran : Rp 2,69 miliar
Coverage PBI-D :
- Kota Tarakan sebanyak 3.440
Jiwa
- Kabupaten Bulungan sebanyak
5.346 Jiwa
- Kabupaten Nunukan sebanyak
3.120 Jiwa,
- Kabupaten Tana Tidung sebanyak
2.718 Jiwa
Sumber : Dinkes Prov Kaltara,
2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar