Lokasi pertama yang dikunjungi,
setibanya di Sebatik sekitar pukul 09.00 Wita, adalah meninjau Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sebatik Barat.
Selain bertemu dengan guru, para
siswa dan beberapa tokoh masyarakat setempat, di sekolah yang juga memiliki
asrama untuk menampung siswa-siswi anak dari para Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
di Malaysia itu, Gubernur sekaligus juga meresmikan Ruang Praktik Siswa dan
Perpustakaan Sekolah.
Dalam kesempatan itu, Irianto
mengaku bangga dan terharu dengan dedikasi para pengajar maupun siswa sekolah
yang berada di perbatasan itu. Di mana mereka mampu menunjukkan, bahwa
sekolahnya tidak kalah berprestasi dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain.
Termasuk dengan sekolah yang ada di negara tetangga. “Saya juga terharu dengan
semangat dan kecintaan para siswa dan guru di sekolah ini terhadap NKRI (Negara
Kesatuan Republik Indonesia),” ujarnya.
Untuk diketahui, SMK Negeri 1
Sebatik Barat pernah mengukirkan prestasi tingkat nasional. Salah satu gurunya,
yang seorang dokter hewan terpilih sebagai guru berdedikasi terbaik tingkat
nasional.
Dari SMK Negeri 1 Sebatik Barat,
Gubernur melanjutkan dengan melakukan peninjauan salah satu rumah warga yang
mendapatkan bantuan rehab dari pemerintah.
Rumah milik Kamaruddin yang
berada di daerah Aji Kuning itu, merupakan satu di antara puluhan rumah warga
kurang mampu lainnya yang mendapatkan bantuan rehab rumah oleh pemerintah. Baik
pemerintah provinsi maupun dari pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN).
Setelah itu, Gubernur melanjutkan
meninjau proyek perbaikan jalan di Sebatik. Ada puluhan titik longsor di
sepanjang jalan negara di wilayah itu. Beberapa di antaranya sudah dilakukan
perbaikan.
Gubernur mengatakan, pada 2017,
melalui APBN pemerintah sudah mengaloksikan anggaran sekitar Rp 62 miliar untuk
memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak. “Tahun ini akan dilanjutkan lagi
hingga semua kerusakan bisa diperbaiki,” jelasnya.
Selain jalan dan bantuan
perumahan, di bidang pekerjaan umum, juga ada sejumlah proyek di Sebatik. Di
antaranya pembangunan Ruang Terbuka Publik di Aji Kuning yang juga sempat
ditinjau oleh Gubernur. Juga ada proyek pembangunan drainase, jalan lingkungan
hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Hingga 2017, diketahui ada Rp 163
miliar lebih dana pemerintah yang digelontorkan ke Sebatik melalui bidang cipta
karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Irianto mengatakan, selain atas
usulan dan komunikasi intensif oleh gubernur dan jajarannya dengan pusat,
posisi geografis di daerah perbatasan dan merupakan pulau terluar, menjadikan
Sebatik banyak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Lokasi lain yang dikunjungi
Gubernur, adalah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Di lokasi ini
akan menjadi pusat kegiatan para nelayan, mulai dari tempat pelelangan ikan,
keamanan dan lain-lainnya.
Tahun ini, kata Gubernur,
dialokasikan anggaran Rp 29 miliar untuk menuntaskan proyek SKPT di Sebatik
yang sempat tertunda penyelesaiannya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur
menyerahkan bantuan di bidang kelautan dan perikanan. Di antaranya ada bantuan
untuk petani pembuat garam, bantuan alat-alat untuk nelayan dan benih dan pakan
ikan kepada para pembudidaya.
Gubernur juga sempat meninjau
Rumah Sakit Pratama di Sebatik yang sementara dalam tahap pembangunan.
Ditargetkan bangunan rumah sakit itu, tahun ini sudah selesai, dan selanjutnya
akan diusulkan untuk pengadaan alat kesehatannya.
Di sela-sela tinjauannya,
Gubernur menyempatkan meninjau kegiatan pengobatan gratis yang dilakukan
Pemprov Kaltara dengan menyiapkan beberapa dokter spesialis di salah satu
Puskesmas di Sebatik. “Dari serangkaian tinjauan dan kegiatan ini, bisa sedikit
saya simpulkan, bahwa masyarakat Sebatik harus banyak-banyak bersyukur. Banyak
kemajuan di daerah ini. Pemenuhan berbagai fasilitas dan infrastruktur ini juga
sebagai upaya kita untuk melengkapi kesiapan Sebatik, menjadi calon Daerah
Otonomi Baru (DOB) Kota Sebatik,” tutup Gubernur.(Humas Provinsi Kaltara)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar